Jun 10
Santri Daar el-Qolam 2 Siap Berkompertisi di LKIR 49

LKIR lolos.pngLKIR adalah lomba karya tulis ilmiah tingkat remaja tahunan yang diselengarakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Ajang ini sengaja dikhususkan untuk jenjang SMP dan SMA seluruh Indonesia. Pada tahun 2017 ini LIPI kembali membuka kompetisi LKIR yang ke 49.

Proses kompetisi ini cukup menantang, karena setiap peserta diwajibkan untuk membuat proposal penelitian. Proposal penelitian yang telah dibuat oleh peserta kemudian diupload di situs LIPI yang telah disediakan panitia kompetisi. Pada tahun ini lebih dari 2700 proposal penelitian telah sukses terupload di situs kompetisi tersebut.

Disetiap tahunnya LIPI hanya memilih 60 proposal penelitian terbaik untuk selanjutnya akan dilakukan bimbingan secara khusus kepada peserta terpilih yang dilakukan langsung oleh ahli dari LIPI. Dari 60 peserta terpilih yang dibimbing langsung oleh peneliti LIPI ini kemudian ditentukan beberapa finalis untuk diikutkan dalam pameran ilmiah yang diselenggarakan LIPI.

Yang membanggakan dari penyelenggaraan LKIR 49 tahun ini adalah salah satu pesertanya adalah seorang santri Pondok Pesantren Daar el-Qolam 2 yang berbasis di Gintung. Syahrul Ramadhan berhasil lolos peserta terbimbing LKIR 49 setelah sebelumnya telah bekerja keras untuk membuat proposal penelitiannya. Selamat buat Syahrul Ramadhan, selamat berjuang dan sukses dengan penelitiannya....

Santri jadi peneliti? Siapa takut?!!

Jun 10
Bermanfaat Bagi Orang Lain

IMG-20170602-WA0005.jpgSebagai manusia yang hidup dalam bermasyarakat tentu kita selalu bersinggungan dengan orang lain. Menjadi pribadi yang bermanfaat adalah salah satu karakter yang harus dimiliki oleh seorang Muslim. Setiap Muslim diperintahkan untuk memberikan manfaat bagi orang lain. Menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain merupakan perkara yang sangat dianjurkan oleh agama. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

“Sebaik Baik Manusia Adalah Yang Paling Bermanfaat Bagi Orang Lain”

Hadist di atas menunjukan bahwa Rasullullah menganjurkan umat islam selalau berbuat baik terhadap orang lain dan mahluk yang lain. Hal ini menjadi indikator bagaimana menjadi mukmin yang sebenarnya. Eksistensi manusia sebenarnya ditentukan oleh kemanfataannya pada yang lain. Adakah dia berguna bagi orang lain, atau malah sebaliknya menjadi parasit buat yang lainnya.

Setiap perbuatan maka akan kembali kepada orang yang berbuat. Seperti kita Memberikan manfaat kepada orang lain, maka manfaatnya akan kembali untuk kebaikan diri kita sendiri dan juga sebaliknya. Allah Jalla wa ‘Alaa berfirman:

إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ

“Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri” (QS. Al-Isra:7)

Tentu saja manfaat dalam hadits ini sangat luas. Manfaat yang dimaksud bukan sekedar manfaat materi, yang biasanya diwujudkan dalam bentuk pemberian harta atau kekayaan dengan jumlah tertentu kepada orang lain. Manfaat yang bisa diberikan kepada orang lain bisa berupa :

1. Ilmu

Baik ilmu agama maupun ilmu umum/dunia. Manusia bisa memberikan kemanfaatan kepada orang lain dengan ilmu yang dimilikinya. Baik itu ilmu agama maupun ilmu umum. Bahkan, seseorang yang memiliki ilmu agama kemudian diajarkannya kepada orang lain dan membawa kemanfaatan bagi orang tersebut dengan datangnya hidayah kepada-Nya, maka ini adalah keberuntungan yang sangat besar, lebih besar dari unta merah yang menjadi simbol kekayaan orang Arab.

Ilmu umum yang diajarkan kepada orang lain juga merupakan bentuk kemanfaatan tersendiri. Terlebih jika dengan ilmu itu orang lain mendapatkan life skill (keterampilan hidup), lalu dengan life skill itu ia mendapatkan nafkah untuk sarana ibadah dan menafkahi keluarganya, lalu nafkah itu juga anaknya bisa sekolah, dari sekolahnya si anak bisa bekerja, menghidupi keluarganya, dan seterusnya, maka ilmu itu menjadi pahala jariyah baginya.

“Jika seseorang meninggal maka terputuslah amalnya kecuali tiga hal; shadaqah jariyah, ilmu yang manfaat, dan anak shalih yang mendoakan orang tuanya” (HR. Muslim)

2. Materi (Harta/Kekayaan)

Manusia juga bisa memberikan manfaat kepada sesamanya dengan harta/kekayaan yang ia punya. Bentuknya bisa bermacam-macam. Secara umum mengeluarkan harta di jalan Allah itu disebut infaq. Infaq yang wajib adalah zakat. Dan yang sunnah biasa disebut shodaqah. Memberikan kemanfaatan harta juga bisa dengan pemberian hadiah kepada orang lain. Tentu, yang nilai kemanfaatannya lebih besar adalah yang pemberian kepada orang yang paling membutuhkan.

3. Tenaga/Keahlian

Bentuk kemanfaatan berikutnya adalah tenaga. Manusia bisa memberikan kemanfaatan kepada orang lain dengan tenaga yang ia miliki. Misalnya jika ada perbaikan jalan kampung, kita bias memberikan kemanfaatan dengan ikut bergotong royong. Ketika ada pembangunan masjid kita bisa membantu dengan tenaga kita juga. Saat ada tetangga yang kesulitan dengan masalah kelistrikan sementara kita memiliki keahlian dalam hal itu, kita juga bisa membantunya dan memberikan kemanfaatan dengan keahlian kita.

4. Sikap yang Baik

Sikap yang baik kepada sesama juga termasuk kemanfaatan. Baik kemanfaatan itu terasa langsung ataupun tidak langsung. Maka Rasulullah SAW memasukkan senyum kepada orang lain sebagai shadaqah karena mengandung unsur kemanfaatan. Dengan senyum dan sikap baik kita, kita telah mendukung terciptanya lingkungan yang baik dan kondusif.

Semakin banyak seseorang memberikan hal-hal di atas kepada orang lain, tentunya orang yang tepat, maka semakin tinggi tingkat kemanfaatannya bagi orang lain. Semakin tinggi kemanfaatan seseorang kepada orang lain, maka ia semakin tinggi posisinya sebagai manusia menuju “manusia terbaik”.

Semoga bermanfaat

Mei 28
Ujian Akhir Semester 2 Pondok Pesantren Daar el Qolam 2

​Pondok Pesantren Daar el Qolam 2, Kabupaten Tangerang, Banten, mengadakan ujian akhir semester 2 tahun ajaran 2016/2017. Ujian ini diawali dengan ujian lisan (imtihan syafahi) bagi santri yang dilaksanakan dari tanggal 20-25 Mei 2017. Sedangkan ijian tulis (imtihan tahriri) yang dilaksanakan dari taggal 28 Mei - 10 Juni 2017.

20170528_071843.jpg

Ujian akhir semester 2 ini diikuti oleh seluruh santri Pondok Pesantren Daar el Qolam 2. Semoga dalam pelaksanaannya dapat berlangsung dengan lancar, tidak ada hambatan dan dapat memperoleh hasil yang terbaik. Amiin..

Mei 12
Menemukan Rumus Volume Kerucut dengan Pendekatan Volume Tabung

Kerucut adalah bangun ruang sisi lengkung yang memiliki satu alas berbentuk lingkaran dan satu sisi berbentuk bidang lengkung. Bidang lengkung ini dinamakan selimut kerucut. Untuk menentukan volume kerucut, lakukanlah aktivitas berikut.

Aktivitas
Alat dan bahan:
Wadah berbentuk tabung, wadah berbentuk kerucut, beras.

Langkah-langkah:

  1. Siapkan semua alat dan bahan.
  2. Isilah kerucut dengan beras sampai penuh.
  3. Tuangkan beras tersebut ke dalam wadah berbentuk tabung.
  4. Gunakan kerucut untuk mengisi penuh tabung dengan beras.

 
Dari hasil percobaan di atas, ternyata isi tabung sama dengan 3 kali isi kerucut. Itu berarti bahwa volume tabung sama dengan tiga kali volume kerucut. Sehingga:

Volume tabung = 3 x volume kerucut      atau
Volume kerucut = 1/3 x volume tabung

Contoh aktivitas tersebut dapat dilihat pada link berikut :

https://www.youtube.com/watch?v=-4FQIv2Qdgc



                         

Mei 10
Gerakan Literasi Dorong Siswa dan Guru Berkarya

Sekolah berperan penting dalam mengembangkan kreativitas siswa dan guru untuk mendongkrak literasi bangsa. Sekolah dapat mengembangkan keunggulan dalam literasi yang dimulai dari membaca hingga menulis, Jika perlu, gerakan literasi sekolah tidak sekadar rutinitas. Saatnya mendorong gerakan literasi melahirkan karya otentik dari siswa dan guru.

20170511_113651.jpg

Sekolah sebaiknya tidak hanya menyediakan perpustakaan dengan fasilitas buku-buku yang menarik dan desain ruangan perpustakaan yang ramah dan nyaman, tetapi pembelajaran di sekolah pun dimanfaatkan untuk meningkatkan literasi siswa.

"Pada abad ke-21 literasi menjadi keniscayaan. Kompetensi literasi yang baik akan menghambat ancaman hoaks. Masyarakat pun jadi tidak gampang terprovokasi berita palsu.

Kegiatan pembelajaran di kelas dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, siswa "dipaksa" menulis. Salah satu materi pelajaran Bahasa Indonesia kelas XI adalah menulis cerpen. "Dari karya siswa ini, dapat kita buat untuk jadi kumpulan cerpen. Hal ini mendorong mereka terus terinspirasi untuk menulis. Selain itu, kemampuan menulis, dibutuhkan siswa untuk memenuhi kewajiban membuat karya tulis  ilmiah di kelas akhir. Siswa dari sekolah ini membuat satu karya tulis ilmiah yang dibimbing guru untuk bisa lulus dan mendapatkan ijazah.

Metode pembelajaran

Dorongan menulis siswa juga karena para guru memberi inspirasi. Guru mengembangkan metode pendidikan yang membuat siswa harus proaktif mencari literatur, tidak hanya di internet, tetapi juga melalui buku-buku bacaan di perpustakaan.

Sumber: http://psma.kemdikbud.go.id/index/

1 - 5Next